in

Passion Bukan Sekedar Pleasure, Kenali Apa Itu Passion?

       Apa itu Passion? Banyak dari kita salah kaprah mengartikan passion hanya berupa kenikmatan atau pleasure saja. Tapi melupakan sisi makna (meaning) dan emotion. Padahal sesuatu yang kita lakukan itu tidak ada artinya apabila tidak bermakna dan tidak ada perasaan dalam melakukannya.

       Dalam sebuah artikel yang terinspirasi oleh Rere Suhardono “Passion adalah kombinasi antara kenikmatan, makna dan perasaan atau dalam bahasa inggris, Passion is combination of Pleasure, Meaning and Emotion” Pleasure dalam hal ini adalah kenikmatan bagi panca indera, seperti mata, lidah dan lainnya. Meaning berhubungan dengan kepercayaan atau believe seseorang, yang jika dikaji lebih dalam lagi adalah kepercayaan terhadap Tuhan. Emotion dalam hal ini adalah perasaaan kita dalam menjalaninya.

       Passion juga tidak identik dengan kegiatan yang bersifat rekreatif atau ‘senang-senang’ saja. Tapi bisa juga sesuatu yang biasanya dianggap “serius”. Seperti Kakak saya yang sangat gemar merias wajah, dulu dia bahkan sering merias wajah saya atau teman-temannya meski kami tidak sedang memerlukan riasan wajah. Ia menikmati betul gerakan jemarinya saat memainkan brush di wajah. Passion dirasakannya saat merias wajah kami dan saat ini passion-nya menjadi profesi. Atau seperti teman saya yang mau meluangkan waktu membantu orang-orang yang ingin belajar Bahasa Inggris secara gratis. Bayangkan, gratis. Bagaimana ia bisa melakukannya jika hal itu bukanlah yang ia sukai. Dengan mengajar, ia merasa itu adalah passion-nya.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui passion yang kamu miliki?

       Mencari passion itu tidak mudah, tidak juga susah. Kalau kamu sampai hari ini belum bisa menemukan dimana passion-mu, hal itu wajar-wajar saja. Tapi ada baiknya kamu segera menemukan passion-mu. Semakin cepat kamu menemukannya, semakin luas kesempatan yang akan muncul di hadapanmu untuk bisa mengembangkannya.

       Banyaknya pilihan kadang membuat kita bingung harus menentukan tujuan kita. Bila kamu sulit menentukan tujuan kamu, ada baiknya kamu membuat Shotlisting terlebih dahulu, setelah itu kamu bisa membandingkan 2 opsi, dan bandingkan terus hingga kamu menentukan pilihan yang cocok.

Gimana? Udah kebayang belum Passion kamu tuh di mana? Atau mau buat shotlisting dulu?

       Kalau belum tau passion-mu apa, jangan sedih bukan berarti kamu tidak punya bakat atau keahlian apapun, kamu hanya perlu mencarinya. Lakukan hal-hal yang kamu sukai, dengarkan kata hati mu dan cobalah untuk selalu open minded. 

“If you have a strong purpose in life, you don’t have to be pushed. Your passion will drive you there.”

 — Roy T. Bennett, The Light in the Heart (Jika kamu memiliki suatu tujuan yang kuat dalam hidup, kamu tidak perlu didorong. Semangatmu akan mendorongmu ke sana).

Hanya kamu yang memahami, siapa dirimu. Belive with yourself

Salam…

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Annisa Citra

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Apakah Kamu Percaya Bahwa Cinta Itu Buta?

Apakah Anda Merasakan Jatuh dari Cinta?