in

Menentukan istri sekaligus ibu bagi anak-anakmu

Sebelum menentukan untuk menikahi seorang wanita tentunya seorang pria memiliki pertimbangan yang matang akan beberapa hal yang bisa memantabkan hatinya untuk melanjutkan sebuah hubungan ke jenjang yang lebih serius dan menghabiskan waktu bersama selamanya. Dalam proses penentuan tersebut tak jarang seorang pria memiliki standar atau filter tersendiri yang menjadi patokan mereka sehingga yakin dan menikahi seorang wanita. Pria yang dikenal sebagai makhluk yang selalu mendahulukan logis daripada perasaan bisa memikirkan dan memutuskan apa yang baik dan tepat untuknya. Disamping restu orang tua masing-masing dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, pria bahkan bisa merasionalkan sesuatu untuk dirinya di mana hal tersebut sedikit berbeda bila dibandingkan dengan wanita yang mana lebih mudah terpengaruh oleh perasaannya. Terkadang pria tidak hanya mencari pasangan yang bisa menjadi sosok istri bagi dirinya namun juga yang bisa menjadi seorang ibu bagi anak-anak mereka kelak.

Karakter yang dimiliki oleh seorang ibu bisa sedikit banyak menentukan bagaimana anak-anaknya. Tentunya semua wanita memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda-beda namun seperti yang kita ketahui bahwa 60% kecerdasan yang dimiliki anak diturunkan dari kecerdasan sang ibu.

Bukan hanya berpatokan pada kecerdasan intelektual saja, akan tetapi hal-hal seperti kemampuan bersosialisasi, pengetahuan agama, cara berpikir dan karakter seorang ibu akan sedikit banyak ditiru oleh sang anak yang di mana lebih sering menghabiskan waktu bersama.

Hal tersebut bukan berarti sang suami tidak memegang andil yang besar pendampingan anak-anaknya. Suami juga memiliki tugas dan peranan yang penting dalam rumah tangga seperti yang tercantum dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 80 angka 3 yang berbunyi “suami wajib memberikan pendidikan agama kepada istrinya dan memberi kesempatan belajar pengetahuan yang berguna dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa”.

Sehingga keharmonisan dalam rumah tangga sebenarnya adalah tanggung jawab. Menentukan bagaimana dan akan dibawah kemana arah pernikahan adalah hal yang bisa direncanakan dan dilakukan secara bersama antara suami dan istri.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

12 points
Upvote Downvote

Written by Bekti Cikita

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kamu Usia 20an? Ga Malu Masih Main-Main dengan Cinta?

Dia Teman Tapi Beri Perhatian Lebih? Hati-Hati Terjebak Friendzone