in

Media dan Teknoferensi dalam Hubungan Romantis

Meskipun kita mungkin tidak menyadarinya, penggunaan media kita dapat berdampak negatif terhadap orang-orang di sekitar kita. Pikirkan tentang hal ini: meskipun sepertinya hal sepele melakukan tugas ganda sembari Facebook-an saat Anda membuat rencana dengan pasangan Anda, namun itu bisa menunjukkan sesuatu yang besar. Kondisi ini memberi sinyal kepada orang lain bahwa “Anda tidak layak mendapat perhatian penuh saya.” Tentu saja, itu bukan sesuatu yang disengaja, tetapi ketika Anda terlibat dalam teknoferensi, ada lebih banyak konflik dan ketidakpuasan dalam hubungan.

Selain itu, sebenarnya kita tidak sehebat yang kita kira dalam melakukan tugas ganda. Kita mungkin kehilangan informasi penting yang akan membantu kita terhubung dengan orang yang kita cintai. Misalnya, anak perempuan kita yang berusia 12 tahun sedang bercerita tentang harinya ketika kita memeriksa email yang baru saja masuk. Pastinya kita tidak akan merespon dengan baik ketika dia menggambarkan harinya dan kita baru sadar bahwa kita tidak sepenuhnya mendengarkannya ketika dia berkata, “Bu! Jangan main HP aja.., dengarkanlah aku!”

Sejalan dengan itu, semakin banyak kita terlibat dalam teknoferensi, semakin sedikit peluang yang kita miliki untuk menikmati waktu berkualitas bersama dengan pasangan dan keluarga kita.

Membuat Batas yang Sehat di Sekitar Teknologi

Jadi, kita menyadari bahwa kita memiliki masalah dengan teknoferensi, lalu apa yang kita lakukan sekarang? Langkah pertama yang penting adalah menetapkan tujuan bersama sebagai pasangan. Cari tahu waktu dan tempat di mana Anda ingin mendapat perhatian satu sama lain sebesar 100 persen. Mungkin zona bebas-teknologi ini adalah waktu makan malam, setelah pukul 8:00 malam, atau ketika Anda berkendara. Cari tahu apa yang paling cocok untuk Anda.

Selain itu, bahkan dalam kasus-kasus di mana Anda tidak memiliki batasan yang mengatur penggunaan telepon, tanyakan pada diri sendiri: “Bisakah itu menunggu? Apakah ada hal lain yang harus saya fokuskan saat ini?”

Terakhir, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya mengirim pesan yang salah?” Meskipun niat Anda mungkin tidak begitu, pertimbangkan bagaimana tindakan Anda mungkin terjadi pada orang yang Anda cintai. Apakah kurangnya kontak mata Anda mengganggu pembicaraan? Apakah Anda memberikan dukungan yang mereka cari?

Bagaimana Menggunakan Teknologi untuk Memperkuat Hubungan

Teknologi bukanlah hal yang buruk. Ada banyak cara Anda dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan hubungan Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan komunikasi. Saling berkirim pesan sepanjang hari, panggilan saat Anda terpisah, atau bahkan membuat kalender bersama sehingga Anda dapat bersama-sama merancang acara penting.

Anda juga dapat menggunakan media untuk menjalin ikatan karena memberikan kesempatan lain untuk berbagi waktu luang. Buat keputusan yang disengaja untuk menggunakan media dan teknologi sebagai cara untuk bersenang-senang. Anda dapat membuat ritual mingguan di mana setiap Senin malam Anda dan pasangan Anda menonton episode acara favorite Anda bersama, Anda dapat saling mengirim meme dan bercanda dengan menggunakan meme, Anda dapat bermain video game bersama untuk meningkatkan kemampuan kerja tim Anda, dll. Ada banyak peluang untuk terikat melalui media. Kuncinya adalah disengaja menggunakan media bersama.

Pada akhirnya, terserah Anda apakah penggunaan teknologi membantu atau menghambat hubungan Anda. Bersikaplah disengaja dengan penggunaannya dan perhatikan saat-saat ketika Anda tidak memberi pasangan Anda perhatian 100 persen. Dengan melakukan itu, Anda akan tahu bahwa media dan teknologi dapat menjadi alat untuk kebaikan.

Ingat:

1. Hadir saat seseorang hadir.

2. Bekerja bersama untuk membuat batasan.

3. Secara sengaja menggunakan media untuk terhubung satu sama lain.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Febby Fortinella

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

5 Alasan Tetap Merasa Kesepian Walaupun Punya Pasangan

Kedewasaan untuk Menemukan Cinta Sejati