in

Kedewasaan untuk Menemukan Cinta Sejati

Sumber foto instagram : galuhanditri

Setiap anak-anak pasti memimpikan bagaimana asiknya menjadi orang dewasa, mereka fikir menjadi dewasa itu adalah sesuatu yang hebat dan luar biasa. Banyak plan yang mereka akan wujudkan setelah mereka dewasa kelak nanti, namun tidak sedikit orang orang dewasa yang menginginkan untuk kembali ke masa kanak-kanak lagi. Memang seperti inilah sifat buruk manusia terkadang tidak pernah bisa mensyukuri nikmat pemberian Tuhan. Setuju sih, menjadi dewasa memang tidak seindah bayangan dan gambaran ketika masih kecil, mungkin dulu hanya bisa menyaksikan tingkah orang dewasa yang diyakini mereka sangatlah menyenangkan. 

Pada kenyataanya ketika seseorang menjadi dewasa maka harus siap menghadapi segala tanggung jawab dan polemik kehidupan demi mencapai apa yang menjadi tujuan hidup. Seseorang dapat dikatakan dewasa ketika dia tahu akan tanggung jawabnya serta paham akan resiko atas segala tindakan yang ia perbuat serta berani mempertangungjawabkan nya. 

Dewasa bukanlah soal umur saja, kedewasaan merupakan suatu pola pikir dengan penuh pertimbangan, yaitu mempertimbangkan segala sesuatu untuk jangka yang panjang. Untuk itu ketika seseorang dikatakan sudah dewasa maka mereka akan memutuskan sesuatu yang menyangkut kehidupnya dengan melihat efek yang akan muncul nantinya.

Dari sekian banyak tujuan hidup yang akan di capai seseorang yaitu salah satunya adalah memimpikan mendapatkan cinta yang sejati bukan. Seorang laki-laki maupun perempuan yang sudah memasuki usia dewasa, mereka akan cenderung memilih berkomitmen ketimbang hanya menghabiskan waktu dengan hubungan yang tidak jelas tujuannya. Nah sebelum akhirnya berkomitmen dengan orang lain alangkah lebih baik gunakan waktu untuk menata diri dengan seoptimal mungkin. Orang dewasa akan lebih berhati-hati dalam mengabil sebuah resiko daripada terburu-buru, semua butuh di pikirkan sebelum bertindak. Termasuk juga dengan perkara asmara, bagi mereka hubungan adalah sebuah tanggung jawab yang tidak sepantasnya untuk dipermainkan. Kehidupan juga bukanlah lelucon jadi sepatutnya seseorang harus punya pedoman dan jati diri. 

Berpacaran bagi mereka adalah komitmen sedang sendiri adalah pilihan bagaimana kamu dapat memperisapkan diri dengan matang untuk menerima seseorang. Bukan hanya perkara memilih dan mencari saja melainkan tentang cara berbagi perbedaan dengan orang lain. Dengan perbedaan tersebut apakah kamu mampu mengatasinya atau malah gagal begitu saja. Dengan menerima orang lain yang nantinya akan menjadi pasangan hidup tidaklah untuk kesenangan sesaat atau dalam jangka pendek tetapi untuk selamanya. Pantas saja jika banyak orang dewasa yang mempertimbangkan hal ini. Bukan berarti mereka ragu terhadap keputusan mereka namun mereka mencoba untuk mengkalkulasikan resiko yang akan terjadi sebelum mengambil tindakan. Bagi mereka Arti hubungan yang seseungguhnya adalah bagaimana dua individu dapat melebur menjadi satu kesatuan yang saling berkompromi tanpa adanya rasa keterpaksaan. Jadi bukan untuk memburu nafsu semata melainkan cinta sejati untuk selamanya. Jangan menuntut kesempurnaan dari pasangan namun berusahalah untuk bersama-sama saling menutupi ketidaksempurnaan itu. 

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

12 points
Upvote Downvote

Written by Anggie Surayu

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Media dan Teknoferensi dalam Hubungan Romantis

8 Sikap yang Menandakan Hubungan Anda dalam Masalah