in

Jujur dan Apa Adanya Untuk Menuju Fase Pernikahan Sehat

Masa pacaran menjadi fase penting dalam pengenalan karakter, sifat, sikap, kebiasaan dan lain sebagainya. Tidak hanya sekedar melakukan hal-hal mesra sehingga larut dalam cinta buta, namun harus tahu semua baik dan buruk calon suami atau istri.

Tidak sedikit yang memutuskan untuk segera naik pelaminan walau baru mengenal beberapa saat. Bisa karena memang sudah yakin atau mungkin hanya pikiran gegabah tanpa tahu sifat asli dari pacar. Namun tidak bisa jadi acuan bahwa pendeknya fase masa pacaran, membuat hubungan pernikahan tidak bahagia. Keterbukaan adalah kunci utama, meski masih dalam tahap pacaran sekalipun.

Di waktu pengenalan, ada baiknya jika masing-masing pasangan bersikap apa adanya tanpa satupun yang ditutup-tutupi atau bahkan menjadi orang lain. Bersikap apa adanya justru lebih baik dan sehat bagi hubungan kedepannya, sehingga tidak terlalu sulit menyesuaikan diri saat menjalani kehidupan setelah menikah. Bayangkan saja jika saat pacaran masing-masing menggunakan topeng, maka akan banyak hal yang akan membuat kaget karena sikap dan sifat berbeda jauh seperti masa pacaran saat dahulu.

Tidak hanya itu, akan muncul rasa penyesalan telah memilihnya sebagai pasangan hidup apabila ternyata saat berpacaran, sifat asli tidak dimunculkan. Jika mungkin keasliaan karakter dan kebiasaan bisa ditoleransi, mungkin masih bisa diterima meskipun sakit rasanya, tapi apabila ternyata berlawanan dengan prinsip hidupmu dan tidak bisa ditoleransi malah justru kata pisah yang akan terucap. Untuk itu, keterbukaan tentang apapun, termasuk sifat asli sangat dibutuhkan saat berpacaran.

Kepura-puraan akan membuat seseorang tidak bisa jadi diri sendiri dan sangat bahaya dalam kehidupan rumah tangga nantinya. Mungkin kamu ingin membahagiakan pasangan sesuai dengan keinginannya, sehingga kamu bersikap seperti orang lain meski itu gak kamu banget.

Pacar yang benar-benar mencintai, tidak akan pernah menuntutmu berubah jadi orang lain. Ketulusan cinta tidak pernah memandang siapa kamu dan bagaimana kondisimu. Menerima apa adanya lengkap dengan kekuranganmu, justru menjadi bukti bahwa dia memang benar-benar cinta dan mau menghabiskan hidup bersamamu.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

37 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

diri

Stop Bandingkan Diri dengan Orang Lain, Bikin Pusing!

Perpisahan Bukan Soal Penyesalan Tapi Pelajaran