in

Jangan Pikirkan Pertanyaan Kapan Nikah? Dan Lakukan Hal Ini

instagram: @nadia_firmania

Menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan definisi menikah adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pastinya momen pernikahan adalah salah satu hal besar dalam hidup seorang wanita maupun pria. Semakin bertambahnya usia seseorang pastinya akan ada saja pertanyaan yang datang seperti: usia berapa kamu akan nikah? kapan menikah? kok belum nikah? temen-temen udah pada nikah tuh, kamu kapan? kamu kapan nyusul? dan lainnya.

Pertanyaan semacam ini akan lebih sering terdengar ketika seseorang telah menyelesaikan studinya. Mulai dari keluarga terdekat, kerabat, tetangga hingga teman-teman sekolah. Beberapa orang mungkin bisa menerima hal tersebut dan menanggapinya dengan santai namun ada beberapa juga yang mengambil pikiran yang dalam tentang masalah tersebut dan membuatnya menjadi “insecure”.

Terutama bagi wanita yang sudah memasuki usia yang dianggap siap untuk menikah dan membina rumah tangga. Namun masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan diri sebelum memasuki jenjang yang serius dalam level kehidupan selanjutnya.

Hal-hal positif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri seseorang, antara lain:

  • Mencari dan menemukan pekerjaan yang sesuai
  • Usia dimana memasuki usia 20 tahun keatas adalah usia yang bisa dikatakan sebagai usia produktifnya seseorang. Di usia tersebut daripada kalian terlalu memikirkan jodoh yang belum datang melamar atau bahkan belum ada pasangan yang mengajak komitmen. Alangkah lebih baiknya jika dimanfaatkan untuk mencari dan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion masing-masing.
  • Bepergian ketempat yang belum pernah dikunjungi
  • Ketika seseorang telah memiliki penghasilan maupun pekerjaan yang tetap tentunya akan memiliki destinasi wisata yang diimpikan untuk dikunjung. Hal ini juga bisa memberikan manfaat dengan mengenal orang-orang baru dari daerah yang berbeda, mencoba solo travelling juga suatu hal yang baik untuk dicoba. Sebab dengan melakukan hal tersebut bisa jadi menambah kemampuan sosial dan empatimu.
  • Melakukan kegiatan yang belum pernah dicoba
  • Di saat seseorang masih menyandang status lajang maka akan banyak hal yang bisa dilakukan daripada merenungi nasib dan membandingkan dengan teman-teman sebayanya. Hal yang bermafaat yang bisa dilakukan salah satunya adalah melakukan hal yang belum pernah dicoba sebelumnya seperti halnya mengikuti kursus bahasa asing, bergabung dengan komunitas sosial yang sering mengadakan kegiatan bakti sosial, menjadi relawan untuk pemerataan pendidikan dan lainnya. Kegiatan-kegiatan macam ini selain bisa menambah wawasan, relasi dan pengalaman hidupmu.

Dengan melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan pribadi sehingga lebih mudah menata dan mendapatkan apa yang kamu mau. Hal-hal positif lebih bisa membawa dampak baik untuk seseorang daripada rasa insecure yang berlebihan. Nampaknya hal-hal di atas sangat baik dilakukan daripada hanya diam dan mendengarkan sehingga memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang kadang membuatmu insecure dan tidak percaya diri.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Bekti Cikita

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Antara Cinta atau Nafsu? Bisa Terungkap Perbedaannya Hanya Lewat

Kamu Usia 20an? Ga Malu Masih Main-Main dengan Cinta?