in

Dia Teman Tapi Beri Perhatian Lebih? Hati-Hati Terjebak Friendzone

Dia Teman Tapi Beri Perhatian Lebih? Hati-Hati Terjebak Friendzone!

Sepasang sahabat yang tak bisa dipisahkan keberadaannya dalam situasi apapun sangat rentan dengan kondisi friendzone. Munculnya istilah friendzone karena penggambaran antara sepasang pertemanan laki-laki dan perempuan yang sering bersama.

Dimana, ketika salah satu diantaranya menginginkan hubungan yang lebih. Istilah tersebut sangat populer di kalangan anak muda. Dalam situasi ini kebanyakan remaja bingung bagaimana cara menyikapinya, entah dengan cara mengungkapkanya atau  mendam rasa tersebut bahkan ada juga yang hanya main  kode-kode-an namun doinya nggak peka?

Memperlakukannya sebagai teman curhat sangat di halalkan karena memang dia yang paling mengerti situasimu saat ini. Namun, hati-hati jika kamu sudah merasakan nyaman berlebih dengannya hingga lupa bahwa dia sebenarnya hanya menganggapmu sebagai teman.

Jika perasaan tersebut muncul mulailah untuk mengendalikan perasaan mu sendiri agar tidak semakin merasa bergantung dengannya. Tanda-tanda awal yang harus kamu sadari bahwa kamu hanya dianggapnya sebagai teman bisa di perhatikan ketika dia sedang curhat dan akan menegaskanmu hanya sebagai sahabatnya.

Ketika suatu saat dia hanya datang kepadamu pada saat galau atau sedih saja, maka kamu secara tidak langsung malah akan semakin merasa dia hanya memanfaatkanmu dan datang pada saat dia butuh, dan melupakan apabila dia sedang senang.

Dalam keterjebakan friendzone dalam dunia pertemanan akan muncul perasaan ragu untuk lebih ingin mengungkapkan atau hanya memendamnya sendirian, tidak munafik apabila hanya memendam sendirian maka akan terasa menyakitkan.

Namun harus pikir 2x juga apabila ingin melakukan hal tersebut, karena bisa jadi akan membuat kalian menjadi jauh dan canggung yang mengakibatkan pertemenan kalian rusak dan tidak se-dekat dulu lagi.

Terbentuknya sebuah hubungan dikarenakan adanya perlakuan “saling” yang salah melekat pada hubungan tersebut. Apabila si dia juga mengupayakan sesuatu berarti masih tidak menutup kemungkinan untuk kalian bersama menjadi sepasang kekasih, namun apabila sebaliknya, lebih baik cukup sudahi perasaan itu untuk dan memikirkan hal yang lebih bermanfaat.

Hubungan yang hanya berjalan sepihak akan membuat kamu sensara karenanya. Jangan berharap dengan sesuatu yang tidak pasti, karena kamu berhak bahagia dengan orang yang juga memperlakukan dan memberimu kebahagiaan dengan tulus tanpa adanya jebakan friendzone yang menyakitkan.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Bekti Cikita

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Menentukan istri sekaligus ibu bagi anak-anakmu

Apakah Kamu Percaya Bahwa Cinta Itu Buta?