in

Apakah Kamu Percaya Bahwa Cinta Itu Buta?

Biasanya kita menemukan kondisi bahwa cinta itu buta. Namun, cinta yang bersemi bisa saja masuk akal berdasarkan kepribadian. Sebagian besar pasangan berbagi perasaan mereka yang sebenarnya satu sama lain, bahkan jika mereka kadang-kadang harus berbicara dengan “tembok hidup”.

Berikut adalah lima saran bagi pasangan yang menjalani hubungan baru agar cintanya tidak buta.

1. Tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama (atau suara).

Pandangan ini berperan dalam mitos budaya bahwa kita bisa jatuh cinta dengan cepat dalam satu atau dua percakapan. Tentu, mungkin ada ketertarikan dan intrik segera, tetapi tidak mungkin untuk mengetahui seseorang pada tingkat emosi yang mendalam dalam beberapa menit, jam, atau hari pertama.

Salah satu alasan mengapa kita berpikir kita bisa jatuh cinta begitu cepat adalah karena kita sering tertarik pada orang yang memiliki karakteristik yang mirip dengan pengasuh kita yang paling awal (yaitu, orang tua). Kita merasakan bahwa ada sesuatu yang akrab pada dirinya dengan kita, yang dapat menimbulkan perasaan, “Aku merasa seperti sudah kenal lama sama kamu”. Ini adalah bagian alami dari proses hubungan, tetapi itu tidak berlangsung selamanya.

Tidak dapat dihindari, ada proses individuasi di mana Anda menyadari pasangan Anda tidak sempurna, dan kesamaan itu dapat mulai memudar pada Anda. Dengan pasangan yang tepat (dan seringkali dengan dukungan profesional), ini bisa menjadi kesempatan luar biasa untuk menjalani dengan pasangan Anda untuk menyembuhkan luka bersama.

2. Tugas Anda adalah membagi kebutuhan.

Mungkin mengerikan membagikan ketakutan dan kerentanan diri, terutama jika Anda tidak percaya orang lain akan mengerti atau bersedia bekerja sama dengan Anda. Namun, kecuali Anda cukup kuat dan percaya diri untuk mengekspresikan kebutuhan Anda, kebingungan dan kebencian akan tertuang. Anda juga menghilangkan kesempatan pasangan Anda untuk mengenal Anda lebih baik dan kesempatan untuk menunjukkan kesediaan mereka untuk mendukung Anda.

3. Anda harus memetakan arah hubungan Anda berdua.

Sebagai contoh, Lia ingin dirinya dan Budi pindah ke rumahnya setelah mereka menikah. Namun, Budi berkeras mereka pindah ke apartemennya, yang telah dia beli dengan susah payah selama dia bekerja dan telah menjadi tempat ternyaman baginya selama ini. Dia menunjukkan keinginan itu dengan alasan kuatnya, namun Lia tampak kurang senang dengan hal itu. Dalam hal ini, perlu orang ketiga untuk menyelidiki ketakutan Budi akan kehilangan kemandiriannya, dan kebutuhan Lia untuk membawa Budi ke wilayahnya. Jika tidak diitemukan jalan keluar, maka mencari rumah baru untuk bersama adalah solusinya.

4. Jangan bandingkan diri Anda dengan pasangan lain.

Kenyataannya, manusia tidak ada yang sempurna dengan demikian, hubungan pun tidak sempurna. Tetapi budaya dan media kita (terutama media sosial) sering menjual gagasan keliru tentang “bahagia selamanya” yang tanpa usaha. Hubungan dapat menjadi luar biasa, mengasyikkan, dan menyenangkan, tetapi dibutuhkan upaya aktif dan konsisten dari kedua pasangan untuk mewujudkannya.

5. Jaga diri Anda lebih dahulu.

Beberapa orang kadang merasa tertekan atau kesepian sebelum memiliki pasangan. Mereka mengaitkannya dengan “kesendirian” dan tampak bersemangat bahwa pasangan mereka akan membuat emosi ini hilang. Faktanya adalah bahwa meskipun pasangan mereka bertahan lama, perasaan depresi atau kesepian ini akan muncul kembali, dan itu akan memengaruhi hubungan mereka.

Apakah Anda memiliki pasangan atau tidak, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki diri sendiri sekarang. Berfokus pada kebahagiaan dan kesehatan Anda sendiri akan memiliki manfaat luar biasa untuk hubungan Anda dengan orang lain, baik sekarang dan di masa depan.

Kesimpulannya, cinta itu buta atau tidak, tergantung kita memahaminya. Mencintailah karena Anda “melihat” sesuatu yang baik pada diri seseorang yang juga akan baik bagi Anda, bukan cinta tanpa alasan, cinta yang ketika ditanya, “Kenapa kamu mencintainya?”, lalu Anda menjawab, “Ya cinta aja.., pokoknya cinta…aja..”

Jadi, jangan buta karena cinta ya..

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Febby Fortinella

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Dia Teman Tapi Beri Perhatian Lebih? Hati-Hati Terjebak Friendzone

Passion Bukan Sekedar Pleasure, Kenali Apa Itu Passion?