in

Antara Cinta atau Nafsu? Bisa Terungkap Perbedaannya Hanya Lewat

Ketika sedang dilanda oleh cinta, kita akan tentu penasaran mengenai perasaan si gebetan kepada kita, apakah benar-benar cinta atau nafsu belaka. Mengetahui sebuah perasaan asli yang sesungguhnya dirasakan oleh pasangan memang sangat penting, namun hal itu bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, ada beberapa perbedaan mendasar antara perasaan cinta sejati atau cinta karena nafsu semata.

Tapi jangan khawatir, sebab ada cara untuk membedakan keduanya. Pandangan mata bisa menunjukkan apakah seseorang memiliki rasa cinta atau nafsu. Apabila tatapan mata berkonsentrasi pada wajah, hal ini bisa menunjukkan bahwa dirinya melihat orang lain sebagai pasangan yang romantis. Sementara, jika seseorang menatap bagian tubuh maka kemungkinan dia hanya merasakan hasrat seksual saja.

Meskipun saat ini hanya sedikit ilmu yang membahas mengenai cinta pada pandangan pertama atau bagaimana seseorang jatuh cinta, namun pola respons ini bisa memberikan petunjuk mengenai bagaimana proses perhatian otomatis (seperti tatapan mata) dapat membedakan perasaan cinta dan hasrat menginginkan seseorang.

Ada percobaan untuk menguji pola visual sebagai upaya untuk menilai dua keadaan emosi dan kognitif berbeda yang seringkali sulit untuk dibedakan, yaitu antara cinta dan hasrat seksual. Dalam melakukan percobaan ini, melibatkan pelajar pria dan perempuan. Mereka lalu ditunjukkan serangkaian foto hitam putih dari orang-orang yang belum pernah mereka temui lewat komputer. Setelah itu, mereka diminta untuk memutuskan secepat dan setepat mungkin mengenai perasaan yang timbul saat melihat foto tersebut.

Dari studi tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa mereka yang cenderung terpaku secara visual pada wajah, mengatakan bahwa gambar tersebut menimbulkan perasaan cinta romantis. Sementara mereka yang cenderung terpaku pada wajah dan ke seluruh tubuh, mengatakan bahwa gambar itu membangkitkan hasrat seksual. Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa kasus ini bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, selain itu para ahli juga tidak menemukan perbedaan signifikan yang dibutuhkan seseorang untuk mengidentifikasi cinta atau nafsu.

Menurut peneliti, hal ini menunjukkan seberapa cepat otak dapat memproses kedua emosi itu. Paradigma pelacakan mata bisa berguna secara teoritis dan klinis dalam terapi pasangan. Maksudnya ketika dua fenomena antara cinta atau nafsu ini sulit dipisahkan satu sama lain.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by Bekti Cikita

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Beginilah Cara Untuk Mengatasi Putus Cinta

Jangan Pikirkan Pertanyaan Kapan Nikah? Dan Lakukan Hal Ini